Daftar Penemu2

•Oktober 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

1.       Sepeda            :Karl Von Sauerbronn (1816)

2.     Sepeda motor  :Edward Butler(1885)

3.     Mesin Cetak     :Gutenberg(1440)

4.     Tape Recorder :Vanldemar Poulsen(1899)

5.     Mesin jahit      :Thomas Saint(1785)

6.     Korek api         :Jhon Walker(1827)

7.     Kipas listrik     :Schuyler Wheeler(1886)

8.     Mikroskop        :Zachareias Janssen(1590)

9.     Mesin hitung    :Charles Babbage(1823)

10.  Pengisap debuo :Cecil Booth(1901)

11.   Laser                :Theodore Maiman(1960)

12.  TV Sistem Listrik:Vladimmir Zworykin(1929)

13.  Mesin Ketik      :Christopher Shdes(1867)

14.  Kamera Kodak   :George Eastman (188)

15.  Fotocopy           :Peter Goldmark(1948)

16.  Peniti                 :Walter Hunt(1849)

17.  Pulpen                :Lewis Waterman(1884)

18.  Microphone        :David Edward Hughes(1878)

19.  Termometer       :Galileo Galilei(1593)

20.                        Teleskop             :Hans Lippershey(1608)

21.  Barometer          :Evangelista (1643)

22.                        Pompa Air           :Otto Von Guericke(1650)

23.                        Mesin Tenun       :Edmund Cartwright(1785)

24.                        Battery               ;Count Alessandro(1800)

25.                        Potret                 :Joseph Niepre (1826)

26.                        Mesin Cuci          :Hamilton Smith(1858)

27.                        Lampu Pijar         :Thomas Alva Edison(1879)

28.                        Neon                   :Irving Langmur(1915)

29.                        Pembeku makanan:Clerence Birdseye(1925)

30.                        Video Tape        :A.Ponissatoff(1956)

31.  Telepon             :Alexander G.Bell(1876)

32.                        Mobil                 :Gottlich Daimler(1887)

33.                        Lensa kaca mata:Benyamin Franklin

34.                        AC                     :Nikola Testa

35.                        Mesin Diesel      :Rudolf Diesel(1897)

 

Disaster Movie

•Oktober 2, 2008 • 2 Komentar

Genres   :Comedy

Casts     :Matt Lenter,Vanessa Minnillo

Director: Jason Friedberg,Aoron Seltzer

 

    Habis nonton Superhero Movie>>>Belum puas ketawa??? Masih ada lo film plesetan lain yang ga kalah lucu.Judulnya Disaster Movie.Sesyai dengan judulnya,film ini berisikan banyak potongan film tentang bencana alam serta bencana heboh yang banyak diperbincangkan saat ini.

    Disaster Movie jadi karya terbaru bagi tim film plesetan,seperti Scary Movie,Date Movie,Epic Movie,dan Meet The Spartans.Ceritanya bumi dilanda banyak bencana dari banjir,gempa bumi,gunung meletus,tabrakan dengan asteroid.

   Sekelompok anak muda seusia 20an.Will,Amy,dan Calvin,lalu berusaha mencari sumber bencana itu,Petualangan gokil pun dimulai.Film2 box seperti Enchanted,Indiana Jones,Iron Man,sampai Juno diplesetin abis2an.Belum aagi tokoh2 yang mirip Amy Winehouse,para bintang High Sechool Musical ampe Hannah Montana.

 

 

 

 

 

Fly Me To The Moon

•Oktober 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Genres   :Comedy.kids/family,animation

Dubber  :Edwin E.Aldrin Jr,Christopher Lioyd,Robert Patrick.Nicollette S.

Director:Ben Stassen

Writer   :Domonic Paris

    Film animasi 3D pertama ini bercerita tentang tiga ekor lalat yang memilki misi ingin menjadi serangga pertama yang menginjakan kakinya di Bulan.Mereka diam2 berangkat dengan pesawat Apollo 11.

   Di tahun 1969,Nat pengen banget mencetak rekor.Untuk mewujudkan impiannya itu,ia mengajak dua orang sahabatnya,IQ dan Scooter.Nat melakukan misinya ini karena ia terinspirasi dengan sosok kakeknya yang berhasil menyeberangi Atlantik.

    Awalnya usaha mereka tidak mengalami hambatan apapun.Sat itu,kesulitan yang dihadapi Nat adalah menyembunyikan rahasianya itu kepada mamanya,Setelah masalah yang satu selesai muncul masalah lain yang baru.Tiba2 sang kakek mendapat peringatan dari Pemerintah karena pesawar ruang angkasanya hilang satu.Trus.apak 3 orang sahabat ini mampu menghadapi maslah yang ada di depan mereka????

Segera saksikan…………..

 

Biografi Albert Einstein

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Orang Abad Ini” oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama “Einstein” digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya “Albert Einstein” didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Biografi

1. Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang “kosong” ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

2. Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana “menjelaskan dirinya secara benar”. Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (“On a new determination of molecular dimensions”) dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke “Annalen der Physik”. Mereka biasanya ditujukan kepada “Annus Mirabilis Papers” (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

3. Gerakan Brownian

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama “On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid”, mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.

Keterangan :
Cerita ini saya Copy dari situs http://www.wikipedia.net
Saya tidak bisa menjamin kebenaran, keaslian dan kelengkapan cerita ini, saya mengcopy nya hanya untuk memenuhi permintaan pengguna sebagai bahan pelajaran, untuk lebih jelasnya silahkan Anda menuju situs tersebut, disana Anda dapat memperbaiki atau mengedit cerita yang menurut versi Anda adalah yang benar dan terjamin keasliannya.

blog UNIK

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

http://fisikarudy.wordpress.com

Mutu pendidikan di Indonesia

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Permasalahan Pendidikan Indonesia Perlu Dipetakan Kembali

Jakarta, Kompas – Di tengah benang kusut permasalahan pendidikan di Indonesia, pemetaan kembali dirasa perlu. Pemetaan tersebut dapat menjadi bekal bagi pemimpin mendatang untuk pengembangan pendidikan nasional.

Demikian antara lain terungkap dalam Seminar Nasional Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Menyongsong Masa Depan, Rabu (13/10). Acara itu diadakan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional.

Prof Dr HAR Tilaar berpendapat, ada delapan masalah pendidikan yang harus menjadi perhatian. Kedelapan masalah itu menyangkut kebijakan pendidikan, perkembangan anak Indonesia, guru, relevansi pendidikan, mutu pendidikan, pemerataan, manajemen pendidikan, dan pembiayaan pendidikan.

Permasalahan tersebut sebetulnya sudah teridentifikasi dalam skala berbeda dalam Penelitian Nasional Pendidikan (PNP) pada tahun 1969 saat sekitar 100 pakar pendidikan dari seluruh Indonesia berkumpul di Cipayung. Namun, setelah lebih dari 30 tahun berlalu, perubahan belum banyak.

Dia mencontohkan mengenai perkembangan anak sebagai salah satu titik sentral dari proses pendidikan anak. Pengetahuan tentang perkembangan anak Indonesia nihil. Hampir tidak ada penelitian pengembangan tentang anak Indonesia secara psikologi, antropologi, filsafat dan pedagogik.

Demikian pula terkait dengan kebijakan. Masyarakat mempunyai persepsi negatif terhadap pendidikan di Indonesia dengan pemeo “ganti menteri ganti kebijakan”.

“Banyak kebijakan berganti tanpa dievaluasi sebelumnya. Dulu ada sistem cara belajar siswa aktif (CBSA), link and match, di masa reformasi muncul konsep setengah matang seperti munculnya Kurikulum Berbasis Kompetensi, manajemen berbasis sekolah, lifeskill, komite sekolah dan dewan pendidikan yang membingungkan,” katanya.

Pengamat pendidikan Prof Dr Winarno Surakhmad mengatakan, mengurai benang kusut pendidikan perlu dimulai dari memahami falsafah pendidikan. Falsafah pendidikan itu yang nantinya menjadi dasar sehingga tidak masalah dengan pergantian kepemimpinan atau kebijakan.

“Hal mendasar yang dilupakan adalah pendidikan itu memanusiakan manusia dan belajar untuk hidup. Ini yang tidak disadari oleh kebanyakan guru,…………

Games FisikarUdy………

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Harap dijawab sampai dengan tanggal 6 September 2008 : Setiap tebakan yang tepat pada angka (1) hingga (7) dihitung 10 poin yang berarti total 70 poin.

Isikan Angka pada (1) hingga (7) dengan tebakan yang tepat !

I


II


III


IV


V

0

8

13

13

25

12

24

24

26

33

32

26

25

34

0

23

25

12

24

0

33

15

7

(1) (2)
(3) (4) (5) (6) (7)

Cara menjawab : (1) – (2) – (3) – (4) – (5) – (6) – (7) –

Demikian semoga dapat dilaksanakan.